Memperingati HUT RI ke-64

Wamena-Kab. Jayawijaya (13/08/2009) Dalam rangka memperingati HUT RI ke-64 Panitia mengadakan beberapa kegiatan antara lain : Festifal Lembah Baliem ( Perang-perangan, Karapan Babi, Lombah Memanah, Lempar Sege /Lempar Tombak, Main Pikon/Main Alat Musik tradisional, sikoko dan Karnaval / Pawai kendaraan hias.

Kegiatan-kegiatan yang diselenggarankan untuk memperigati HUT RI ke-64 bukanlah yang pertamakali melainkan sudah seringkali di dilaksanakan hampir setiap tahun dari masa kepemimpinan Bupati J.B. Wenas menjadi Bupati Kabupaten Jayawijaya hingga kini Bupati yang baru Bupati John W. Wetipo dan Wakil Bupati John R. Banua yang baru-baru ini terpilih melalui pemilihan lansung kepala daerah.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan semacam ini sangatlah bagus, agar generasi muda  tidak melupakan makna dari 17 Agustus dan juga dengan adanya kegiatan-kegiatan ini menarik para wisatawan yang datang dari dalam dan luar negeri.

Foto Karnafal dan Pawai Kendaraan Hias :

 

Comments (3)

Bukan Noor Din M.Top, Namun Ibrahim yang tewas terbunuh di Temanggung

 

 

JAKARTA (Info TV) Dalam konferensi pers yang diadakan hari ini (12/8) di Rumah Sakit Polri dr.    Soetanto, Jakarta Timur, Ketua Disaster Victim Identification (DVI, identifikasi korban kecelakaan) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Brigadir Jendral Eddy Saparwoko bahwa jenazah hasil penyergapan di sebuah rumah di Desa Beji Temanggung, Jawa Tengah, bukanlah Noordin M. Top.

“Jenazah yang kita dapatkan di TKP di Temanggung adalah Ibrohim,”

Menurut  hasil identifikasi yang dilakukan melalui metode primer (sidik jari, data rekaman gigi, dan tes DNA) dan metode sekunder (kepemilikan dan jejak lain seperti pakaian, dompet dan sejenisnya yang dimiliki orang yang sudah menjadi mayat), identitas jenazah cenderung memiliki kesamaan dengan Ibrahim, bukan Noordin M. Top yang selama ini digembar-gemborkan oleh media.

Pada saat yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Nanan Sukarna mengumumkan bahwa telah berhasil mengungkap kasus pemboman J.W. Marriot dan Ritz Carlton dan menemukan delapan orang yang terkait dengan aksi teror tersebut.

Kedelapan orang yang berhasil ditangani polisi adalah Amir Abdullah, Dani Dwi Permana (pelaku bom istisyhad di Hotel JW Marriot), Nana (pelaku bom bunuh diri di Ritz Carlton), Ibrohim, Amir Setiawan, Eko Sujono, Aris Sutanto, dan Hendra atau Indra.

Selain Ibrahim, jenazah lainnya yang berhasil diidentifikasi, yakni Dani (Marriot) diidentifikasi melalui potongan tubuh dengan metode DNA dan sidik jari, dan Amir Setiawan, Eko, dan Nana (Ritz Carlton) diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

Menurut keterangan yang diumumkan hari ini, peran Ibrahim dalam aksi Mega Kuningan tersebut adalah sebagai perencana, pengatur, dan pengontrol. Pihak kepolisian mengutip keterangan yang diberikan oleh Amir Abdullah, Ibrahim direncanakan akan menjadi bomber selanjutnya yang akan ditargetkan ke kediaman orang nomor satu di Indonesia, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas.

Sejauh ini, istri dan keluarga Ibrahim belum memberikan keterangan apapun terkait konferensi pers hari ini.

Leave a Comment

Kumpulan MOB

1. Tete Terlambat ke Pelabuhan

Tete mau berangkat, trus kapal masuk jam 4 subuh, jadi tete bilang sama cucu nanti kasi bangun Tete jam 4, cucu bilang iyo sip. Dong dua tidur sampe lewat, su jam 5 Tete dia marah cucu, langsung Tete naik ojek ke pelabuhan sampe di sana kapal su jarak 3 meter. Tete lipat kaki celana, taruh ransel di belakang, siap-siap lompat ke kapal, trus orang-orang di pelabuhan bilang Tete ko GILAKAH…Tete bilang EPEN kah… langsung Tete lompat ke tangga kapal, Sampe di atas, Satpam bilang Tete SANTAI SAJA…Kapal BARU mau SANDAR…..

[Read the rest of this entry...]

Comments (8)

Sebuah Jurnal Sang Perintis Yahukimo

Kalau Bupati Yusak Yaluwo dari Boven Digoel dibuatkan sebuah lagu untuk mengenangnya, maka Bupati Yahukimo, Ones Pahabol dibuatkan sebuah buku untuk membagikan visi dan misinya dalam membangun Kabupaten Yahukimo.

Drs. Gasper Liauw, M.Si menulis buku profil Bupati terpilih pertama Yahukimo, yaitu Ones Pahabol SE, MM. Buku yang berjudul “Suara dari Yahukimo: Merancang Masa Depan Indonesia dengan Penuh Harapan”, yang diterbitkan JP BOOKS dengan ISBN 978-979-1490-24-5 pada bulan Desember 2007. Buku ini menceritakan profil Bupati Yahukimo periode 2005-2010 Ones Pahabol yang berisi sejarah Kabupaten Yahukimo, biografi singkat dan sejarah kepemimpinan Ones Pahabol, SE, MM, dan pembangunan yang telah dilaksanakan maupun akan dilaksanakan di Yahukimo.

Buku ini dibuat dan diorganisir ke dalam beberapa bagian, di mana setiap bagian didasari oleh ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar dari pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Ones Pahabol.

Secara umum buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca bagi yang ingin mengenal lebih jauh pembangunan Yahukimo mulai dari awal pemekaran dan rencana pengembangannya, serta langkah nyata pembangunan di Yahukimo.

Comments (2)

Malaria di Yahukimo

Penyakit yang paling kurang saya senangi di Yahukimo adalah penyakit malaria. Sudah tidak terhitung berapa kali penyakit ini menjangkiti sejak Kabupaten Yahukimo diresmikan pada tahun 2003. Saya sering keluar masuk rumah sakit, baik di Yahukimo maupun sampai harus dirujuk ke Wamena.

Memang hal ini aku rasa cukup wajar, karena kabupaten ini dibangun dengan cara membuka hutan, dan itu betul-betul hutan tropis yang sangat lebat. Saya ingat ketika survey pemekaran wilayah pada waktu itu tim pertama diterjunkan menggunakan helikopter dan ditinggal selama seminggu. Kemudian setelah survey selesai, maka alat berat semua dikirim menggunakan helikopter yang disewa khusus dari Rusia. Saat ini, kami di Yahukimo sudah bisa menikmati transportasi lewat Udara maupun lewat air (sungai) dengan lancar.

Kembali ke penyakit malaria, karena Kota Dekai sudah mulai berkembang dan banyak penduduk serta aktivitas, saat ini yang aku rasakan penyakit malaria ini sudah mulai berkurang serangannya. Mungkin bisa dicrosscek ke Dinas Kesehatan ya?

Comments (1)

Persiapan Natal 2008 Yahukimo

Hari-hari terakhir ini kami disibukkan dengan berbagai macam persiapan menjelang Natal. Selain dari sisi keuangan pemerintah daerah, kami harus segera menyelesaikan tutup buku tepat waktu, kami juga harus menyiapkan beberapa event Natal.

Mulai dari pada tanggal 11 nanti kami akan mengundang beberapa artis ke Dekai, Yahukimo. Mereka adalah Lielian Prescilla Suwages, Audrey Papilaja, Hany Pattikawa. Tahun 2006 yang lalu tim film Denias, termasuk Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale datang ke Yahukimo dalam rangka pemutaran perdana film Denias di Papua.

Natal tahun 2008 ini kami juga mengadakan berbagai macam perlombaan, seperti membuat pondok Natal berhadiah uang tunai 15 juta. Semoga tim kami bisa menang ya :)

Nia Zulkarnaen tinggi banget ya

Foto kenangan 2006 dengan Nia Zulkarnaen

Comments (4)

Bukan Hanya Denias

Cerita Denias yang menggambarkan perjuangan anak pedalaman dalam menempuh pendidikan sangat menyentuh hati. Dan itu bisa menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah agar pendidikan bisa terus ditingkatkan karena itu merupakan investasi paling mahal untuk sebuah bangsa yang ingin maju.

Gebrakan selanjutnya adalah dirilisnya film Laskar Pelangi. Film ini secara umum juga menceritakan bagaimana perjuangan untuk memperoleh pendidikan yang layak untuk dapat membangun bangsa.

Di Papua nggak cuma ada Denias, di pedalaman Yahukimo ada Geno di sini yang sedang berjuang untuk membangun Indonesia :)

Comments (3)

Kotre Be atau Kuntre Be

Kata ini merupakan kata salam dalam bahasa masyarakat lokal Yahukimo (Suku Momuna) salah satu suku dari lima suku besar yang ada di kabupaten Yahukimo yang ada tepat pada Ibu Kota Kabupaten Yahukimo yaitu kota Dekai. Misal kita ketemu satu orang, maka katakan Kotre Be. Kalau ketemu lebih dari satu orang, katakan Kuntre Be.  Arti kata tersebut adalah “selamat”.

Kalau di daerah Puncak Jaya, salamnya Kawonak (untuk satu orang) dan Kinawonak (kalau ketemu banyak orang). Kalau di daerah Pegunungan Bintang, kita bisa bilang  Yepmum. Untuk Wamena, bilangnya Nayak (Salam kepada Pria dan La’uk untuk Wanita).

Begitu banyaknya ragam bahasa di Papua, marilah kita lestarikan…

Comments (7)