Kumpulan MOB

Tete Terlambat ke Pelabuhan  

Tete mau berangkat, trus kapal masuk jam 4 subuh, jadi tete bilang sama cucu nanti kasi bangun Tete jam 4, cucu bilang iyo sip. Dong dua tidur sampe lewat, su jam 5 Tete dia marah cucu, langsung Tete naik ojek ke pelabuhan sampe di sana kapal su jarak 3 meter. Tete lipat kaki celana, taruh ransel di belakang, siap-siap lompat ke kapal, trus orang-orang di pelabuhan bilang Tete ko GILAKAH…Tete bilang EPEN kah… langsung Tete lompat ke tangga kapal, Sampe di atas, Satpam bilang Tete SANTAI SAJA…Kapal BARU mau SANDAR…..

[Read the rest of this entry...]

Leave a Comment

Sebuah Jurnal Sang Perintis Yahukimo

Kalau Bupati Yusak Yaluwo dari Boven Digoel dibuatkan sebuah lagu untuk mengenangnya, maka Bupati Yahukimo, Ones Pahabol dibuatkan sebuah buku untuk membagikan visi dan misinya dalam membangun Kabupaten Yahukimo.

Drs. Gasper Liauw, M.Si menulis buku profil Bupati terpilih pertama Yahukimo, yaitu Ones Pahabol SE, MM. Buku yang berjudul “Suara dari Yahukimo: Merancang Masa Depan Indonesia dengan Penuh Harapan”, yang diterbitkan JP BOOKS dengan ISBN 978-979-1490-24-5 pada bulan Desember 2007. Buku ini menceritakan profil Bupati Yahukimo periode 2005-2010 Ones Pahabol yang berisi sejarah Kabupaten Yahukimo, biografi singkat dan sejarah kepemimpinan Ones Pahabol, SE, MM, dan pembangunan yang telah dilaksanakan maupun akan dilaksanakan di Yahukimo.

Buku ini dibuat dan diorganisir ke dalam beberapa bagian, di mana setiap bagian didasari oleh ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar dari pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Ones Pahabol.

Secara umum buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca bagi yang ingin mengenal lebih jauh pembangunan Yahukimo mulai dari awal pemekaran dan rencana pengembangannya, serta langkah nyata pembangunan di Yahukimo.

Leave a Comment

Malaria di Yahukimo

Penyakit yang paling kurang saya senangi di Yahukimo adalah penyakit malaria. Sudah tidak terhitung berapa kali penyakit ini menjangkiti sejak Kabupaten Yahukimo diresmikan pada tahun 2003. Saya sering keluar masuk rumah sakit, baik di Yahukimo maupun sampai harus dirujuk ke Wamena.

Memang hal ini aku rasa cukup wajar, karena kabupaten ini dibangun dengan cara membuka hutan, dan itu betul-betul hutan tropis yang sangat lebat. Saya ingat ketika survey pemekaran wilayah pada waktu itu tim pertama diterjunkan menggunakan helikopter dan ditinggal selama seminggu. Kemudian setelah survey selesai, maka alat berat semua dikirim menggunakan helikopter yang disewa khusus dari Rusia. Saat ini, kami di Yahukimo sudah bisa menikmati transportasi lewat Udara maupun lewat air (sungai) dengan lancar.

Kembali ke penyakit malaria, karena Kota Dekai sudah mulai berkembang dan banyak penduduk serta aktivitas, saat ini yang aku rasakan penyakit malaria ini sudah mulai berkurang serangannya. Mungkin bisa dicrosscek ke Dinas Kesehatan ya?

Comments (1)

Persiapan Natal 2008 Yahukimo

Hari-hari terakhir ini kami disibukkan dengan berbagai macam persiapan menjelang Natal. Selain dari sisi keuangan pemerintah daerah, kami harus segera menyelesaikan tutup buku tepat waktu, kami juga harus menyiapkan beberapa event Natal.

Mulai dari pada tanggal 11 nanti kami akan mengundang beberapa artis ke Dekai, Yahukimo. Mereka adalah Lielian Prescilla Suwages, Audrey Papilaja, Hany Pattikawa. Tahun 2006 yang lalu tim film Denias, termasuk Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale datang ke Yahukimo dalam rangka pemutaran perdana film Denias di Papua.

Natal tahun 2008 ini kami juga mengadakan berbagai macam perlombaan, seperti membuat pondok Natal berhadiah uang tunai 15 juta. Semoga tim kami bisa menang ya :)

Nia Zulkarnaen tinggi banget ya

Foto kenangan 2006 dengan Nia Zulkarnaen

Comments (3)

Bukan Hanya Denias

Cerita Denias yang menggambarkan perjuangan anak pedalaman dalam menempuh pendidikan sangat menyentuh hati. Dan itu bisa menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah agar pendidikan bisa terus ditingkatkan karena itu merupakan investasi paling mahal untuk sebuah bangsa yang ingin maju.

Gebrakan selanjutnya adalah dirilisnya film Laskar Pelangi. Film ini secara umum juga menceritakan bagaimana perjuangan untuk memperoleh pendidikan yang layak untuk dapat membangun bangsa.

Di Papua nggak cuma ada Denias, di pedalaman Yahukimo ada Geno di sini yang sedang berjuang untuk membangun Indonesia :)

Comments (2)

Kotre Be atau Kuntre Be

Kata ini merupakan kata salam dalam bahasa masyarakat lokal Yahukimo (Suku Momuna). Misal kita ketemu satu orang, maka katakan Kotre Be. Kalau ketemu banyak orang, katakan Kuntre Be.  Arti kata tersebut adalah “selamat”.

Kalau di daerah Puncak Jaya, salamnya Kawonak (untuk satu orang) dan Kinawonak (kalau ketemu banyak orang). Kalau di daerah Pegunungan Bintang, kita bisa bilang  Yepmum. Untuk Wamena, bilangnya Nayak (Salam kepada Pria dan La’uk untuk Wanita).

Begitu banyaknya ragam bahasa di Papua, marilah kita lestarikan…

Comments (5)