Persiapan Natal 2008 Yahukimo
Hari-hari terakhir ini kami disibukkan dengan berbagai macam persiapan menjelang Natal. Selain dari sisi keuangan pemerintah daerah, kami harus segera menyelesaikan tutup buku tepat waktu, kami juga harus menyiapkan beberapa event Natal.
Mulai dari pada tanggal 11 nanti kami akan mengundang beberapa artis ke Dekai, Yahukimo. Mereka adalah Lielian Prescilla Suwages, Audrey Papilaja, Hany Pattikawa. Tahun 2006 yang lalu tim film Denias, termasuk Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale datang ke Yahukimo dalam rangka pemutaran perdana film Denias di Papua.
Natal tahun 2008 ini kami juga mengadakan berbagai macam perlombaan, seperti membuat pondok Natal berhadiah uang tunai 15 juta. Semoga tim kami bisa menang ya


December 4th, 2008 at 11:38 pm
Waaaaaah.. aku ingin punya kaosnya. Kayaknya menarik.
Suatu saat kalau aku berkunjung ke Papua mesti punya kaos tulisan Papua lalu bila ke luar negeri, kaos tersebut wajib ada.
Di sini (saya sedang berada di Amerika Serikat), orang-orang bertanya tentang pantai-pantai di Bali, apakah pantai-pantai itu indah. Saya selalu menjawab, di Bali, ombaknya dahsyat dan karena itu sering dikunjung peselancar dari Australia. Tetapi untuk keindahan laut, kunjungilah Bunaken dan Papua.
December 6th, 2008 at 8:33 am
kontrasnya antara yang dirawat dengan yang tidak dirawat
btw, salam kenal pak!
December 6th, 2008 at 9:24 am
hope i can dive into your soul, papua… wkkk
July 5th, 2010 at 6:51 pm
Itu yang benar!!!!!!!!
January 6th, 2011 at 2:05 pm
senang mendengar tentang yahukimo dan sejarahnya juga tetang sosok kepemimpinan dan visi misi serta program yg memberikan impian dan harapan kepada hampir 200000 jiwa di kabupaten yahukimo yang kita cintai bersama. berangkat dari sejarah yang sudah di tuangkan….implementasinya terarah pada visi dan misi kabupaten yahukimo yang menuju pada suatu keadaan masyarakat yang DAMAI di hati dan ( rohani)dan SEJAHTRA pada tubuh (Jasmani). untuk pemabangunan yg sudah berjalan selama 5 tahun 2005-2010, kiranya ada indikator yg bisa kita pakai sebagai suatu bareometer kita untuk melangkah jauh ke depan. konsep dan hakikat pembangunan yang sesungguhnya adalan manusia Indonesia(Yahukimo) seutuhnya (jasmani dan rohani). infrastruktur itu memang penting tapi hanya sebagai pelengkap pembangunan itu sendiri, karena pembangunan harus di mulai dari manusianya dan berakhir pula pada manusia yahukimo itu sendiri. Ketika orang suku momuna di kampung keikye bisa pakai uang 10.000 sj tiap hari dengan hasil olahannya sendiri dan pada akhirnya bisa menyekolahkan anaknya sampai pada tingkat sarjana, disitulah akan menjadi barometer kita, sejauh mana kita telah merangsang masyarakat yg ekonominya lemah, melalui supor program yang terarah pada konsep uang bisa menghasilkan uang. konsep yg lain karna yahukimo adalah daerah yg secara geografisnya luas dan aksesbilitas ke ibu kota sulit, maka perlu di pikirkan tentang program pembangunan yang berbasis pada potensi dan kapasitas daerah atau wilayah dan distrik yang ada masing-masing. tidak monoton dan periodik. Pemerintahan ke depan harus berusaha untuk menciptakan good goverment, manajemen dan tata kelola pemerintahan yang evektif,efisien, bersih dan bebas dari KKN.evektifitas pengelolaan anggaran yang senantiasa berorientasi pada anggaran berbasis kinerja.mengurangi dan bila perlu tidak terjadi devisit anggaran hingga mencapai ratusan miliar sehingga ada target dalam pencapaian pelaksanaan program pertahun, sehingga pada 5 tahun kepemimpinan dapat di ukur apa yang sudah di hasilkan secara kualitas maupun kuantitasnya. Kiranya hal-hal ini selalu menjadi landasan dalam pola pikir kita yang senantiasa berpikir global tapi senantiasa bertindak lokal secara arif dan bijaksana baik masa kini maupun ke depannya, sehingga dlm mengukir sebua tulis dlm bentuk buku dapat di mengerti oleh rakyat di kalangan termarginal sekalipuin. komentar 2011.